Latihan Teknik, Dress rehearsal, Pementasan

Latihan teknik


Latihan teknik merupakan proses pengenalan aktor dengan tata panggung, busana, tata suara, musik ilustrasi, tata cahaya, properti, dan yang lainnya. Latihan teknik biasanya dilakukan pada hari-hari terakhir menjelang pertunjukan.

Latihan teknik secara khusus paling tidak seminggu sebelum pementasan dilakukan.
  • Pertama adalah perlengkapan tangan (hand property). Segala hal yang disentuh atau digunakan oleh aktor harus segera mungkin dilatihkan agar menjadi kebiasaan.
  • Kedua adalah tata panggung. Meskipun tidak komplet, latihan dengan tata panggung atau skeneri atau set dekorasi perlu dilakukan secara mendalam. Terutama dengan benda-benda yang akan digunakan atau disentuh oleh aktor, misalnya kursi, meja, pintu, vas bunga, lukisan dinding, dan lain sebagainya. Jika dalam proses latihan benda-benda tersebut belum bisa dihadirkan, maka bisa diganti dengan benda lain yang menyerupai.
  • Ketiga adalah tata busana. Latihan dengan busana ini sangat bermanfaat bagi para aktor. Berlatih dengan tata busana idealnya dilakukan lebih awal, agar aktor memiliki waktu yang cukup untuk membiasakan diri dengan busana tersebut. Semakin sering aktor mengenakan busana pentas, maka ia akan merasa mengenakan pakaiannya sendiri.
  • Keempat adalah tata cahaya (lampu). Lampu memiliki karakter khusus karena cahaya yang dihasilkan dapat memberikan dimensi dan menambah hidup suasana. Tata lampu menyesuaikan dengan warna set, busana, segala piranti yang ada di panggung, dan suasana yang dikehendai oleh sutradara. Setelah semuanya terpasang, barulah latihan akting dengan tata lampu bisa dilaksanakan. Dalam latihan ini, lampu menyesuaikan blocking dan fokus yang dikehendaki. Untuk mencapai hasil maksimal, latihan dengan tata lampu perlu dilakukan berulang-ulang.
  • Kelima adalah tata rias. Tata rias harus menyesuaikan tata lampu. Intensitas dan warna cahaya dapat mempengaruhi tata rias. Oleh karena itu, latihan dengan tata rias dilakukan setelah penataan lampu, karena mengubah atau menyesuaikan tata rias lebih mudah daripada mengubah tata lampu.
  • Terakhir adalah tata suara. Biasanya, aktor tidak menggunakan mikrofon, maka pengaturan tata suara perlu disesuaikan, demikian juga dengan ilustrasi musik atau efek yang ingin dihasilkan melalui tata suara. Proses penataan tata suara membutuhkan waktu tersendiri dan tidak berkaitan langsung dengan latihan akting.

Selain bersama dengan para aktor, akan lebih baik jika disediakan waktu khusus bagi para teknisi atau unsur tata artistik untuk melakukan latihan secara mandiri. Latihan ini merupakan latihan teknik dalam arti sesungguhnya dimana para kru memasang, mengatur, dan mengujicobakan piranti teknik sebelum benar-benar digunakan. Penataan panggung dan lampu hendaknya mendapatkan waktu khusus karena keduanya membutuhkan waktu penataan dan penyesuaian yang lebih lama dibanding unsur tata artistik yang lain.

Dress rehearsal

Dress rehearsal
Dress rehearsal adalah latihan penutup (terakhir) atau latihan secara lengkap dan menyeluruh. Alasan utama untuk menyelenggarakan dress rehearsal adalah memberikan nuansa pementasan yang sesungguhnya kepada para aktor dan seluruh kru pendukung teknik. Dengan demikian, semua orang bisa mempelajari segala kekurangan dan mengetahui hal-hal yang perlu disesuaikan dan diperbaiki. Umumnya proses ini dilakukan dua atau bahkan tiga kali. Tahap pertama dan kedua biasanya disebut dengan istilah geladi kotor.
Pada tahap ini, komentar, kritik, dan saran dapat diberikan baik dari sutradara atau pengamat yang dihadirkan. Seluruh pemain dan kru masih memiliki waktu untuk memperbaikinya. Akan tetapi, pada pelaksanaan tahap akhir atau yang biasa disebut geladi bersih, pembenahan secara teknis sudah tidak bisa lagi dikerjakan, melainkan hal-hal kecil yang berkaitan dengan pemahaman serta semangat kebersamaan para pemain dan kru bisa diperkuat. Sutradara wajib memberikan catatan lisan atau tertulis kepada seluruh pemain dan kru setelah melaksanakan dress rehearsal.

Pementasan


Membuat pertunjukan teater adalah suatu proses dari tidak ada menjadi ada, membuat pertunjukan itu gampang-gampang susah. Hal ini memerlukan kerja keras, baik fisik, psikis, maupun finansial. Namun begitu, membuat pertunjukan teater juga sesuatu hal yang menyenangkan.

Postingan Populer